UNDANGAN

Panitia Pramoedya bekerja sama dengan Komitee Indonesie dan Stichting Wertheim mengundang saudara/saudari untuk menghadiri pertemuan dengan Novelist Tiga Jaman:

PRAMOEDYA ANANTA TOER.

Saat ini Pramoedya sedang mengadakan kunjungan ke Amerika Serikat. Dalam perjalanannya pulang ke Indonesia beliau akan singgah di Negeri Belanda.

Pertemuan akan kami adakan:

Pada : Hari Minggu tanggal 6 Juni 1999

Pada : jam 14.00 sid jam 17.00

(Zaal akan dibuka pada jam 13.30)

Bertempat di: Gedung "De Rode Hoed"

Alamat : Keizersgracht 102, Amsterdam

Dengan acara: Pembicara tunggal Pramoedya Ananta Toer

Pembacaan sajak-sajak

Tanya jawab

Mengharapkan kehadiran saudara/saudari dalam pertemuan tersebut untuk bersama mengikuti pembicaraan Pramoedya.

A/n Panitia Pramoedya
Farida

NB.: Untuk keperluan menyewa gedung, panitia memungut sumbangan sebesar f 7,50 dari setiap pengunjung. Kendaraan umum: dan CS dengan tram no. 13 atau 17 turun di halte Westerkerk.

PRAMOEDYA ANANTA TOER

"MEMBONGKAR PEMALSUAN SEJARAH"

6 JUNI 1999

AMSTERDAM

"Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia"

1 PENGANTAR

Perginya Pramoedya Ananta Toer ke luar negeri, serta dilepasnya puluhan bekas tahanan politik "G030S", boleh jadi menunjukkan berakhirnya sebuah era. Paling tidak terbukanya sebuah harapan baru yang mungkin lebih baik. Pram yang April lalu mendapat penghargaan dan Universitas Michigan antara lain bersama Kofi Anan, sekjen PBB, mengatakan perjalanannya kali ini memiliki makna tertentu, "..Saya lebih mempunyai kesempatan luas untuk melawan kekuasaan yang yang menindas saya sampai sekarang" (Kompas, 6 April 1999).

Selama ini memang sudah terlampau panjang perlakuan tak semena-mena Pemerintah Orde Baru kepada mereka yang kemudian disebut tapol "G 30 S PKI", lalu selama itu pula serentetan catatan sejarah telah dibengkokan.

Atas nama kebenaran sejarah itu pula, Pramoedya yang pernab dibuang ke Pulau Buru selama 10 tahun tanpa pengadilan, menjadi salah satu pemrakarsa sebuah yayasan yang alur geraknya pada rotasi pelurusan sejarah. "Sean-dainya G 30 S PKI dibongkar dan diselesaikan dengan pengadilan yang jujur maka Orba tidak akan terbentuk. Semua tipuan akan terbongkar", ungkapnya pada MBM Tempo edisi pertengahan Maret lalu.

Tahun ini muncul kecenderungan yang lebih terbuka untuk menengok masa lalu yang penuh trauma itu-baik sebelum maupun setelah 1965.

Kendati Pram (74 tahun) sendiri mengatakan,"Ini proses sedang menjadi, belum selesai. G30S itu bukan hanya peristiwa 1 Oktober saja, tetapi seluruh Orde Baru itu adalah G30S. Sebagai proses G30S itu belum selesai. Habibie 'kan kelanjutan Orba saja. Orbaba (Orde Baru yang Baru)" (Jawa Pos, 12 April 1999).

BENTUK KEGIATAN

Dikemas dalam bentuk tanya jawab yang partisipatif, acara ini dipandu oleh dua orang moderator yang berperan aktif sebagai stimulan. Berlangsung lebih kurang 2,5 jam, diskusi "MEMBONGKAR PEMALSUAN SEJARAH" ini akan dibagi dalam beberapa topik:

SESI 1 "MEMBONGKAR PEMALSUAN SEJARAH"

"Pulau Buru, dimana Pramoedya dan ratusan tapol lain pernah dibuang, adalah salah satu dari sekian ribu bukti kebiadaban Rezim Orde Baru. Lewat bukunya yang baru saja dirilis dalam Bahasa lnggris, "Nyanyi Sunyi Seorang Bisu", Pram mengungkap banyak data penting bagaimana akal sehat telah dibuntukan dan kemanusiaan diletakan pada tempat yang paling nadir. "Nyanyi Sunyi" adalah catatan penting tentang sejarah yang penuh kekerasan, ketakadilan, penindasan, dan pembungkaman. Data tersebut, tentunya, terlalu mahal untuk hanya menjadi catatan.

SESI 2 MENUJU INDONESIA YANG DEMOKRATIS

Sekarang, manakala Soeharto secara resmi tak lagi memegang tampuk pimpinan, banyak orang beranggapan bahwa ini adalah momen bersejarah --"momen reformatif", begitu populernya, untuk mengubah situasi. : Menjadi lebih manusiawi, demokratis, dan bermartabat. Kendati begitu--seperti yang telah disinggung dalam sesi terdahulu, pada saat yang bersamaan mucul pula kecenderungan kuat: perilaku kekerasan semakin merebak, begitu pula pertikaian antar etnik tertentu. Tetapi bagaimanapun buruknya, banyak orang tetap menaruh harapan akan perbaikan. Upaya memacu terbangunnya kembali proses demokratisasi dilakukan di banyak sektor. Lahirnya partai-partai, penghidupan kembali masyarakat madani, dan Pemilu menjadi salah satu isyu penting ke arah upaya tersebut.

SKEDULING ACARA

13.30 Pintu dibuka

14.00-14.15 Pembukaan

Sambutan Farida Ishaja

Sambutan Wertheim Stichting

14.15 - 15.15 SESI 1

15.15 - 15.45 Break

15.45 - 15.55 Pembacaan Puisi oleh

Hesri Setiawan

15.55 - 16.55 SESI 2

17.00 Pembacaan Puisi oleh

Reza Muharam

Kata Penutup dan Komite

Indonesia

17.15 - 18.00 Konperensi Pers


[kembali] [English] [Nederlands]